Politeknik Aceh Kembangkan Kurikulum Berbasis Industri

Posted By Abd_raman on 08 Juni 2016


Jakarta – Belmawa.  Dalam “WorkshopDeveloping A Curriculum Politeknik Aceh”, 1-2 Juni 2016 di Kementerian Ristekdikti Jakarta, Direktur Politeknik Aceh, Zainal Hanafi mengemukakan bahwa Politeknik Aceh mengembangkan kurikulum yang berbasis kepada kebutuhan industri. Politeknik Aceh memiliki 4 (empat) Prodi yaitu Industrial Electronic Engineering, Informatics Engineering, Accounting dan Mechatronics Engineering.

Dalam workshop menghadirkan beberapa pihak industri yang relevan dengan keempat Prodi tersebut, yaitu PT. PLN, PT. Earn & Young, PT.Xlink, IBM, PT. Net21Plus, PT. Indeks, PT. Samudra Informasi Indonesia, PT. MMI, PT. Schneider Electric, PT. Buana Prima Raya, PT. Putra Elang Angkasaraya, dan PT. Panasonic Manufactur Indonesia. Di samping itu hadir pula dari Kementerian Ristekdikti. Jumlah total peserta sebanyak 25 orang.

Politeknik Aceh berdiri tahun 2008, merupakan hasil kerjasama USAID, Chevron, dan Kementerian Ristekdikti (Pada waktu itu masih Dikti Kementerian Dikbud). Pendirian Politeknik Aceh juga merupakan wujud kepedulian pendidikan tinggi paska tsunami Aceh. Politeknik Aceh usia boleh muda, namun prestasi tak boleh tertunda, kesuksesan telah banyak diraih, dengan kerja keras dan kerja cerdas kerjasama serta diiringi do’a. Kini telah berakreditasi B dan telah meluluskan 600 tenaga terampil D-3 yang hampir terserap seluruhnya di dunia kerja. Politeknik Aceh sudah banyak bekerja dengan dunia industri dan terus dikembangkan lagi jejaring dan kerjasama dengan industri. Politeknik Aceh juga bekerjasama dengan para pemangku kepentingan lainnya baik nasional maupun internasional, seperti Swisscontact, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Politeknik Negeri Malang, ATMI Solo, ITS, dll.

Lanjutnya, bahwa mahasiswa Politeknik Aceh yang sudah masuk dalam taraf magang kini bertebaran di berbagai industri dalam kerangka magang tersebut. Kegiatan magang merupakan bagian integral dari pelaksanaan kurikulum yang dilaksanakan selama 1 semester (6 bulan). Magang dilaksanakan untuk mengembangkan kompetensi atau keahlian mahasiswa sesuai dengan kebutuhan industri. Tidak hanya keterampilannya yang berkembang, melalui magang karakater mahasiswa juga akan berkembang seperti kemampuan berkomunikasi dengan teman kerja, disiplin, semangat kerja, motivasi belajar, hasrat untuk maju dan mandiri, dll.

Sirin Wahyu Nugroho, Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Profesi Direktorat Pembelajaran, Ditjen Belmawa, Kemenritekdikti menyampaikan bahwa Politeknik memiliki kedudukan strategis dan harus diupayakan agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengambil pilihan kuliah di Politeknik. Pendidikan di Politeknik sudah terbukti baik dan lulusannya cepat diserap dunia kerja atau industri.

Politeknik Aceh terus berjuang dengan semakin besar tantangan dewasa ini. Salah satu strateginya adalah dengan menjaga dan meningkatkan secara terus menerus koneksitas dengan stakeholdres. Menjaga jejaring yang telah terbentuk dan mengembangkan jejaring lebih lanjut merupakan hal sangat strategis. Semenjak tandang ke gelanggang tahun 2008 pantang menyerah demi membangun  masa depan bangsa.(HS/editor/HKLI)

 

Sumber : http://belmawa.ristekdikti.go.id/2016/06/06/politeknik-aceh-kembangkan-kurikulum-berbasis-industri/