Sekilas Tentang Politeknik Aceh

Posted By Abd_raman on 08 Juli 2014

Pada Februari 2008, Politeknik Aceh didirikan atas kerjasama pihak Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan BRR NAD-Nias membantu menyediakan lahan sebesar 5,5 Ha, PT. Chevron Pacific Indonesia mendirikan bangunan kampus, USAID membantu operasional, dan Dirjen Perguruan Tinggi menyediakan pra sarana laboratorium dan pelatihan tenaga pengajar/staf.

Pada 28 Juli 2008, Politeknik Aceh secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia (Susilo Bambang Yudhoyono). Aktifitas belajar mengajar dimulai pada September 2008 dengan 4 (empat) program studi D3 Teknik Mekatronika, D3 Teknik Elektronika Industri, D3 Teknik Informatika dan D3 Akuntansi. Saat ini, Politeknik Aceh dalam proses membuka program S1 terapan (D4) untuk program studi Akuntansi dan Otomasi Industri.

Politeknik Aceh mengadopsi sistem pembelajaran dari Politeknik terkemuka di Indonesia yaitu Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Politeknik Caltex Riau, ATMI Solo dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS). Penyesuaian kurikulum terhadap perubahan kebutuhan dari industri dilakukan dengan metode “Develop A Curriculum” (DACUM) dimana pakar industri (Expert Worker) dikumpulkan untuk memberikan input yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum.

Dosen dan staf Politeknik Aceh dilatih terlebih dahulu di Politeknik Mitra sebelum diterjunkan ke dalam aktifitas belajar mengajar..

Mahasiswa Politeknik Aceh harus mengikuti program magang di industri mitra Politeknik Aceh selama 1 semester (6 bulan) dimana pada masa itu mahasiswa melakukan pekerjaan sebagaimana layaknya karyawan dan mendapatkan uang saku (imbalan kerja) dari perusahaan tersebut. Praktek magang ini membuat mahasiswa lebih percaya diri dalam memasuki dunia kerja.

Mitra industri merupakan partner utama dalam mengembangkan Politeknik Aceh dimana keterlibatan mereka bukan hanya dari kurikulum, magang, penempatan tenaga kerja, namun juga sebagai dosen tamu dan melakukan penelitian bersama.

Walaupun masih baru, saat ini alumni Politeknik Aceh sudah tersebar di beberapa perusahaan terkemuka, bukan hanya di Aceh tetapi juga  di pulau Jawa, Batam atau Sumatera lainnya bahkan sampai ke Malaysia.